Rancangan Khotbah - Yeremia 31:10-14
Jika orang-orang pemberontak saja masih Tuhan kasihi, bukankah orang-orang yang mau percaya kepada-Nya akan lebih Ia kasihi lagi?
Apa yang Bapak/Ibu rasakan jika ada seseorang yang mengkhianati Bapak/Ibu? Apa yang Bapak/Ibu rasakan jika ada orang yang sengaja berbuat jahat kepada Bapak/Ibu?
Saya kira, normalnya kita akan marah, ya. Kita akan kecewa. Apalagi kalau selama ini kita sudah sangat baik kepada orang itu. Dasar tidak tahu diri! Begitu luapan kemarahan dan kekecewaan kita kepada mereka. Sudah dikasih hati, malah minta jantung. Tentu kita akan marah.
Bahkan bukan tidak mungkin, karena amarah dan rasa kecewa kita, kita pun tidak mau berbicara lagi kepada mereka. Kita tidak mau peduli pada mereka lagi. Sampai kapanpun saya tidak akan mau lagi membantu kamu lagi!! Sampai kapanpun saya tidak mau memaafkan dan berbicara kepadamu lagi! Sudah terlalu sakit yang kamu perbuat kepada saya. Biasanya kita bersikap seperti itu.
Lalu apa jadinya kalau Allah juga bersikap seperti itu kepada kita -manusia ini-? Apa jadinya kalau Allah juga mau balas dendam terhadap semua kesalahan kita dan tidak mau memaafkan tiap kelalaian kita? Saya kira ngeri juga kalau Allah punya hati seperti manusia umumnya. Bisa dipastikan tidak ada satupun orang yang bisa datang ke gereja ini.
Tapi bersyukurlah Bapak/Ibu/Saudara, bahwa Allah tidak sama seperti manusia. Dalam Mazmur 103:8-10 Daud menulis : TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam. Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita. Karena kita ini buatan tangan-Nya, Ia tahu bahwa kita ini adalah debu. Ia tahu bahwa kita punya banyak kelemahan. Oleh karenanya, selalu ada pengampunan dan kasih Allah kepada kita ciptaan-Nya. Dan bersyukurlah kita punya Allah yang begitu baik.
Dalam teks Firman Tuhan yang kita baca tadi pun, terlihat bagaimana kasih Allah yang begitu besar kepada bangsa Israel bahkan ketika bangsa Israel telah berkali-kali berbuat jahat kepada Tuhan. Kalau ditanya kejahatan apa yang telah dilakukan oleh bangsa Israel kepada Tuhan, ada banyak sekali! Semenjak mereka dibebaskan dari tanah Mesir sampai mereka sudah menjadi bangsa yang besar, berkali-kali mereka berbuat yang tidak benar di hadapan Tuhan. Menyembah berhalalah, berbuat tidak adillah, curanglah, tidak mengasihi sesamalah, dan lain sebagainya. Berkali-kali juga Allah menegur bangsa ini. Tapi bangsa Israel keras kepala. Dalam Keluaran 33:5, Tuhan sendiri menyebut bangsa Israel sebagai bangsa yang tegar tengkuk. Bangsa ini tidak mau berubah sekalipun sudah ditegur. Sampai akhirnya Tuhan menghukum bangsa Israel dengan menghancurkan kerajaan mereka dan membuang mereka ke tanah Babel. Hancur-hancuran Tuhan menghukum mereka, sampai tidak ada satupun yang tersisa.
Tapi menarik sekali, ketika orang Israel sedang hancur-hancurnya dalam masa penghukuman, Tuhan justru kembali menyapa mereka. Dalam teks yang kita baca tadi, Allah justru menyampaikan berita tentang pengampunan dan. Dalam ayat 10-14 Tuhan menjanjikan pertolongan bagi bangsa Israel. Keadaan mereka yang hancur-hancuran akan Tuhan perbaiki kembali. Mereka akan pulang dari pembuangan dan semua orang akan bersukaria, baik anak-anak maupun orangtua, baik para imam maupun umat. Akan ada kepuasan dan ada kelimpahan yang Tuhan berikan kepada mereka. Di tengah-tengah penghukuman itu, Tuhan justru menjanjikan adanya pembebasan dan pemulihan bagi orang Israel.
Sebenarnya lama saya berpikir-pikir ketika membaca teks ini. Tuhan seolah-olah tidak tetap pada pendirian-Nya. Mengapa Allah masih mewartakan dan menjanjikan pembebasan dan pemulihan kepada bangsa yang sudah jahat kepadaNya? Mengapa Tuhan masih ingat kepada bangsa Israel yang sudah melukai hatiNya? Kalau Tuhan memang tidak mau bangsa Israel hancur-hancuran, maka mengapa Tuhan menghukum mereka? Mengapa Tuhan tidak membiarkan saja bangsa Israel dengan dosa-dosa mereka kalau memang tidak mau bangsa itu merasakan penderitaan? Lama saya berpikir tentang hal itu. Sampai akhirnya saya menyadari bahwa tindakan Tuhan itulah yang disebut dengan kasih. Karena kasihNya, Tuhan hukum orang Israel yang berdosa. Dan karena kasihNya pula, Tuhan tolong mereka untuk bangkit kembali. Dan itulah kasih yang sejati itu. Dia pukul kita karena kebenaran dan Dia rangkul kita dalam pemulihan. Jadi saat Tuhan memukul, saat itu juga Ia merangkul kita.
Oleh karenanya dalam ayat 3b tertulis : Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. Kasih Tuhan yang kekal itulah yang membuatNya tetap mengingat-ingat umat-Nya. Sekalipun umat-Nya telah melukai hati-Nya, tapi tidak untuk selama-lamanya Tuhan menuntut dan mendendam. Dalam penghukuman sekalipun, Allah masih tetap mengingat-ingat mereka, Allah masih merancangkan hal yang baik dalam hidup mereka.
Dan saya kira kabar baik ini tidak hanya diberikan kepada bangsa Israel saja. Kasih Allah yang begitu mulia dan besar ini juga telah dinyatakan kepada kita, kepada seluruh manusia. Dalam diri Anak-Nya Yesus Kristus, telah nyata betapa besar kasih Allah itu bagi kita. Dalam keadaan berdosa sekalipun, Allah merancangkan hal yang baik bagi kita. Allah mau membebaskan kita dari kemelaratan akibat dosa-dosa kita.
Saya kira firman Tuhan hari ini begitu sangat kita butuhkan. Dalam dinamika kehidupan yang selalu berubah-ubah, kadang kita merasa kehidupan kita tidak diperhatikan oleh Tuhan. Kadang kita merasa bahwa kehidupan kita luput dari pandangan Tuhan. Padahal tanpa kita sadari, Allah sendiri terus bekerja dan merancangkan sesuatu yang baik untuk hidup kita. Allah justru tidak ingin kita hidup dalam penghukuman dan penderitaan akibat dosa dan kesalahan kita.
Oleh
karenanya, dalam kebenaran Firman Tuhan ini ada beberapa hal perlu kita ingat
antara lain:
1. Jangan
merasa kecil hati jika saat ini kita berada dalam keterpurukan sebab Allah tidak
pernah merancangkan kesusahan dalam diri kita. Sejak semula dunia diciptakan,
Allah menciptakannya dengan amat sangat baik. Kegagalan manusialah yang membuat
dunia ini penuh dengan kesusahan. Jadi, jika saat ini kehidupan kita terasa
begitu hancur, mungkin kita perlu bertanya kepada Tuhan : adakah sesuatu yang
Tuhan ingin ajarkan dalam diri kita? Alih-alih semakin jauh dari pada Tuhan,
kesusahan-kesusahan hidup harusnya semakin membuat kita dekat kepada Tuhan
(Yak. 1:5). Semakin jauh hidup kita dari Tuhan, justru akan semakin berat
tekanan hidup menimpa kita. Tapi orang yang semakin dekat dengan Tuhan,
kesusahan-kesusahan hidup akan berbuah menjadi sukacita. Jadi, jangan
tinggalkan Tuhan dalam keadaan terpurukmu.
2. Firman
Tuhan hari ini juga mengajak kita untuk tidak kuatir akan hari esok. Jika Tuhan
masih merancangkan hal yang baik bagi orang-orang hukuman, bukankah Tuhan akan
memberikan sesuatu yang sangat terbaik bagi mereka yang mau percaya pada-Nya (Roma 5:10)??
Oleh karenanya, perlulah kita belajar untuk tidak kuatir dan tetap percaya pada Tuhan
dalam kehidupan kita ini. Masa depan yang sering menjadi misteri bagi kita
harusnya tidak menjadi kegentaran dalam diri kita. Hidup sulit yang sering menimpa kita harusnya tak menjadi sumber rasa kecewa dalam diri kita. Sebab sekali lagi, kalau Allah saja masih mengasihi orang-orang yang memberontak kepadaNya, bukankah orang-orang yang mau taat pada-Nya akan lebih Ia kasihi lagi? Oleh sebabnya, perlulah jemaat tetap hidup giat dalam melakukan kehendak Tuhan, antusias mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya tanpa takut akan hari depan.
3. Firman
Tuhan hari ini juga mengingatkan kita bahwa Allah juga tak sungkan-sungkan
menghukum dan menghajar umatNya ketika umatNya mempermaikan belas kasih Tuhan.
Belas kasih Tuhan disediakan bukan untuk membuat kita semakin giat di dalam
dosa, melainkan memberi kesempatakan bagi kita untuk terus berubah. Oleh
karenanya perlulah kita belajar taat kepada Tuhan dalam kehidupan kita. Jangan
menantikan amarah dan penghukuman Tuhan baru mau belajar taat. Daud dalam
Mazmur 32:9 menuliskan : Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal,
yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang, kalau tidak,
ia tidak akan mendekati engkau.
Amin.
Terima kasih.
BalasHapusSangat terberkati 🙏🥰
BalasHapus