Rancangan Khotbah | 1 Tesalonika 5:1-11

 Berita tentang kedatangan Yesus sering menjadi olok-olok bahkan di antara orang Kristen sendiri. Tapi berita kedatangan Yesus yang kedua bukan satu lelucon. Kalau ada orang yang abai, perlu kita ingatkan dirinya. Dan kalau ada orang yang ingatkan kita, jangan anggap remeh. Bisa jadi dia utusan Tuhan untuk menyampaikan yang benar.


Tema Firman Tuhan bagi kita saat ini adalah "Saling Membangun dalam Menanti Kedatangan Yesus"

 

Bapak/Ibu/Saudara, kalau kita pikir-pikir, berita tentang kedatangan Yesus yang kedua ini seperti kurang mendapat tempat dibanding dengan peristiwa-peristiwa lain yang berkaitan dengan Yesus Kristus. Misalnya saja, ketika kita bicara tentang Yesus Kristus, ketika kita beri kesaksian tentang Yesus Kristus, kita lebih sering membicarakan tentang kelahiranNya, kita lebih sering membicarakan kematianNya, atau kebangkitan dan kenaikanNya. Tapi bicara tentang kedatangan Yesus yang kedua, saya sendiri menyadari dalam khotbah-khotbah, biasanya lebih ditekankan pada masa Advent saja. Jarang kita bicarakan sehari-hari.

 

Ya sekalipun sadar atau tidak disadari, harapan bahwa Yesus datang kembali ke dunia ini sering sebenarnya kita selipkan dalam doa kita. Dalam doa Bapa Kami misalnya kita katakan "datanglah kerajaan-Mu". Ini artinya kita juga rindu Yesus segera datang ke dunia ini. Sebab penggenapan Kerajaan Allah ini adalah ketika Yesus datang kedua kali.

 

Saya tidak tahu bagaimana dengan Bapak/Ibu, apakah Bapak/Ibu mau kalau Yesus segera datang ke dunia ini atau tidak, lalu ketemu dengan Yesus yang kita imani itu. Tentu penasaran kita dengan Yesus, kan?

 

Nah, bagi beberapa orang kedatangan Yesus yang kedua ini merupakan hal yang mengerikan. Sering diilustrasikan kalau Tuhan datang kedua kali itu semacam kiamat dunia. Bahkan dalam kitab Amos tadi katakan : kalau Tuhan datang ke dunia ini, hakimi dunia ini, maka yang ada kegelapan, bukan terang. Tentu bagi orang yang hidupnya jauh dari Tuhan, tentu akan takut kalau Tuhan datang kepadanya. Kalau setiap hari dia berbuat jahat, tidak ada kekudusan dalam hidupnya, mungkin kalau Tuhan tanya "siap belum kalau saya panggil sekarang?" mungkin jawabannya : Saya belum siaplah, Tuhan,

 

 

 

Nah, orang Kristen harusnya punya kerinduan yang besar menanti kedatangan Tuhan itu. Sebab kedatangan Tuhan Yesus yang kedua akan menjadi tanda bagi kita bahwa iman kita kepadaNya tidak sia-sia. Kalau Yesus tidak benar-benar datang, sebenarnya ini  akan menjadi kerugian bagi kita. Karena ternyata apa yang kita imani bohong. Sia-sia. Ngapain kita ke gereja, ngapain jadi Kristen kalau ternyata Yesus nanti tidak datang? Tapi karena Yesus bilang bahwa Dia akan datang kedua kalinya, itulah alasan mengapa kita memilih percaya pada-Nya. Jadi apa yang kita lakukan saat ini, ini sebenarnya menjadi bagian dari harapan kita pada yang akan datang.  Oleh karenanya saya katakan tadi, orang Kristen harusnya punya kerinduan kapan Yesus datang untuk kedua kalinya.

 

Tapi kapan Yesus datang? Kedatangan Yesus yang kedua kali ini sejak dulu sudah sering dipertanyakan. Ada beberapa orang yang bahkan mengutak-atik tanggal kedatangan Yesus. Ada yang memprediksi Yesus datang tahun 500, ada yang prediksi Yesus datang tahun 1000, ada yang prediksi tahun 1873, karena meleset, direvisi lagi, ternyata masih belum datang, sampai saat ini.

 

Akhirnya ada orang yang mulai meragukan bahwa kedatangan Yesus itu tidak ada. Tidak akan pernah ada. Tidak percaya bahwa Yesus akan datang itu adalah hal yang salah. Menebak-nebak kapan Yesus datang juga adalah hal yang salah. Karena Yesus sendiri katakan kedatanganNya sama seperti kedatangan pencuri. Tak ada yang tahu, hanya Bapa yang tahu.

 

Jadi orang Kristen harusnya percaya bahwa Yesus akan datang, tapi tidak sibuk Tanya-tanya kapan Dia datang, justru yang kita lakukan adalah mempersiapkan diri. Berjaga-jaga sebagaimana teks Alkitab yang kita baca tadi sebutkan. Sebab pada ayat dua dikatakan : kedatangannya seperti pencuri pada malam hari.

 

Bisa saja Dia datang ketika kita masih di dunia ini. Atau bisa saja Dia datang ketika kita sudah tidak ada di dunia ini. Nah pertanyaannya adalah ketika Tuhan datang saat ini, di sini : akankah saya berbahagia atau merasa takut?

 

Orang yang tidak dalam Kristus akan merasakan kengerian yang luar biasa sekali. Dikatakan pada ayat 3, mula-mula mereka merasa tidak ada apa-apa, semua aman-aman saja. Tapi tiba-tiba mereka akan merasakan penderitaan yang luar biasa sakitnya. Seperti perempuan yang bersalin. Coba tanya ibu-ibu gimana rasanya kalau melahirkan. Mungkin banyak yang bilang : seperti mau mati rasanya.

 

Tapi orang yang berpengharapan dalam Yesus, yang senantiasa berjaga-jaga akan bersukacita. Orang yang berjaga-jaga ini diibaratkan sebagai anak terang, sedangkan orang yang tidak mau berjaga-jaga diibaratkan sebagai anak malam. Ini merupakan istilah dimana orang-orang yang tidak memedulikan kehidupan mereka pada masa yang akan datang. Mereka hanya pikirkan kesenangan mereka sendiri di dunia ini. Tidak peduli pada kehidupan kekal. Dan di katakana di sini bahwa anak-anak terang ini tidak akan takut kedua kalinya.

 

Oleh karenanya Paulus ingatkan orang Kristen jangan sampai hidup mengabaikan kedatangan Yesus yang kedua ini. Jangan sampai lupa bahwa Yesus akan datang hakimi kita. Berbaju zirahkan iman dan kasih dan berketopongkan pengharapan keselamatan. Istilah ini diambil dari perlengkapan orang perang. Bahwa dengan iman dan keselamatan dari Yesus Kristus kita akan mendapat kemenangan. Dan siapa yang bertahan sampai pada kesudahannya, dialah yang akan diselamatkan.

 

Oleh karenanya Bapak/Ibu penting sekali untuk berjaga-jaga. Kadang kita baru berjaga-jaga, baru mikir hidup kita ini kalau ada peristiwa-peristiwa mengerikan dalam hidup kita. Misalnya kalau ada bencana alam, ada gempa, tsunami, barulah kita mikirkan aduh jangan-jangan Tuhan mau datang. Aduh belum siap hidupku. Atau ketika kita sudah sakit keras, barulah kita mikirkan jangan-jangan habis masa saya di dunia ini.

 

Oleh karenanya diingatkan untuk senantiasa berjaga-jaga, menjaga kehidupan kita ini menanti Yesus. Dan dalam kewaspadaan ini perlu saling mengingatkan. Ayat 11 katakan :nasehatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan. Kadang kita lupa me-rem kesukaan kita di dunia ini, kadang kita kebablasan mengikuti kesukaan hati kita, dan sebagai saudar dalam Tuhan, harusnya kita berupaya untuk saling mengingatkan. Jadi kalau ditanya apa guna persahabatan, pertemanan, untuk saling mengingatkan menjaga kehidupan ini.

 

Kadang pertemanan orang Kristen saat ini justru menghanyutkan. Bukannya berlomba untuk kebaikan, tapi berlomba siapa yang paling kuat minum. Berapa sloki yang bisa dihabiskan. Lomba siapa yang paling hebat tebak angka. Dua angka, tiga angka, empat angka. Jitu. Harusnya bukan lomba-lombaan untuk melakukan hal yang tidak baik. Justru saling mengingatkan untuk menjaga kehidupan di dunia ini.

 

Tema firman Tuhan--saling membangun dalam menanti kedatangan Tuhan

Berita tentang kedatangan Yesus kadang menjadi olok-olok, bahan ejekan di antara orang Kristen sendiri. Kalau kita ingatkan orang lain kadang bilang "masih ba gulidano, talafo mamati". Tapi berita kedatangan Yesus yang kedua bukan satu lelucon. Kita mungkin anggap aman hidup kita saat ini, tapi nanti tidak akan. Oleh karenanya perlu saling mengingatkan. Kalau kita lihat ada teman yang mungkin abai, perlu kita ingatkan dirinya. Dan kalau ada orang yang ingatkan kita, jangan marah balik, anggap remeh. Bisa jadi dia utusan Tuhan sampaikan yang benar.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rancangan Khotbah | Efesus 4:25-32

Rancangan Khotbah - Yeremia 31:10-14

Rancangan Khotbah Yesaya 62:1-5