Rancangan Khotbah | Efesus 4:25-32

       Versi audio

  Bapak/Ibu, saat ini banyak sekali istilah-istilah yang sangat terkenal di kalangan anak muda. Salah satu istilah yang cukup terkenal di antara mereka adalah istilah dress code. Istilah dress code ini kurang lebih sama artinya dengan aturan pakaian yang dipakai sehingga menghasilkan keseragaman, entah seragam warnanya, seragam motifnya, atau seragam pola pakaiannya. Ada model-model pakaian yang telah ditentukan untuk situasi atau kondisi atau orangnya. Anak SMA biasanya punya dress code baju putih abu-abu. Sedangkan anak SD punya dress code putih merah.

Tapi pernahkah Bapak/Ibu melihat ada orang yang salah pakai kostum/pakaian ketika datang ke suatu acara atau ke suatu tempat? Misalnya Bapak/Ibu diajak untuk olahraga atau lari sore, lalu tiba-tiba ada orang yang datang memakai sepatu olahraga tapi baju yang dipakainya justru jas dan kemeja. Atau misalnya ada saudara kita mau ke ladang, lalu saudara kita ini bawa cangkul dan parang, tapi baju yang dipakainya justru gaun. Kita yang melihat tentu merasa aneh. Ngeri sekali pakaianmu! Karena biasanya ita akan cari pakaian yang tepat entah kemana kita akan pergi. Ada dress code yang mesti kita ikuti.

Nah, berkaitan dengan Firman Tuhan hari ini : apakah ada dress code yang perlu dipakai oleh orang-orang Kristen untuk menunjukkan bahwa dia seorang Kristen? Apakah adakah baju seragam yang perlu kita pakai untuk menunjukkan bahwa kita ini adalah orang-orang Kristen?

Saat ini ada banyak sekali cara yang kita pakai untuk menunjukkan bahwa kita ini Kristen. Ada yang namanya diambil dari Alkitab; ada yang pakai baju dengan gambar salib di depannya; ada juga yang statusnya ayat Alkitab saja terus. Apakah ini salah? Tentu tidak salah. Ini adalah cara kita mengekspresikan kekristenan kita.

Tapi hari ini kita diingatkan oleh Firman Tuhan, bahwa pakaian utama orang Kristen itu bukanlah dari luarnya. Dress code orang yang percaya pada Yesus itu bukan hal-hal secara fisik saja. Perubahan dalam diri kita, itulah yang menjadi pakaian orang Kristen sejati. Efesus 4:22+24 katakan : kamu harus menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru. Akan ada perubahan dalam diri orang-orang Kristen. Itulah tanda utama yang menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang Kristen.

Zaman dulu ketika orang di Efesus percaya kepada Yesus dan mereka ingin bergabung dengan orang Kristen Yahudi, sebagian orang-orang Yahudi menyuruh orang-orang Efesus ini untuk bersunat. Bagi orang Yahudi, kalau ada orang luar yang mau bergabung dengan komunitas mereka, mau tidak mau mereka harus mengikuti tradisi keyahudian. Hal-hal ini tentu menimbulkan kesimpangsiuran di dalam jemaat. Sebab sunat sendiri bukanlah tradisi orang Efesus melainkan tradisi orang Yahudi. Apakah memang harus mengikuti tradisi Yahudi untuk menandakan bahwa kita ini seorang Kristen?

Ternyata tidak! Paulus memberi penjelasan kepada orang-orang Efesus bahwa yang menyatukan kita sebagai keluarga Allah bukanlah tradisi-tradisi manusia. Kematian dan penyelamatan dari Kristus berlaku untuk semua orang sebab semua manusia berdosa. Dalam Kristus tidak ada lagi orang asli atau pendatang, tidak ada lagi Yahudi atau Yunani. Oleh karenanya, hal-hal yang menyatukan orang-orang Kristen tidak boleh didasarkan pada tradisi-tradisi manusia. Orang Kristen tidak perlu menunjukkan identitasnya dengan tradisi-tradisi manusia. Tapi orang Kristen perlu menunjukkan identitasnya dengan menunjukkan bahwa dirinya adalah manusia yang baru.

Apa itu manusia baru? Manusia baru bukan berarti kulit lama kita diganti atau hidung kita perlu dioperasi. Bukan! Manusia yang baru adalah manusia yang memiliki perubahan sifat dalam dirinya. Dalam teks yang kita baca tadi dijelaskan oleh Paulus bagaimana sifat manusia lama -yaitu orang yang belum kenal Kristus- dengan orang yang sudah kenal Kristus.

1.      Orang yang sudah kenal Kristus akan membuang dusta atau kebohongan dalam dirinya. Orang yang mengaku Kristen tidak akan suka menipu saudara-saudaranya. Mengapa orang suka menipu? Orang biasanya menipu untuk mencari keuntungan bagi dirinya. Dia akan merekayasa peristiwa agar dia tidak mengalami kerugian. Ketika kebohongan ini dilakukan, tentu ada pihak-pihak yang dirugikan.

Nah, orang-orang yang sudah menjadi Kristen, sekalipun dia tahu ada kesempatan untuk berbohong, tidak akan berbohong atau berdusta. Karena ia tahu, itu adalah saudaranya, itu adalah anggota keluarganya. Ketika ia berdusta, secara tidak langsung ia menyakiti dirinya sendiri, karena mereka sama-sama anggota. Jadi orang yang sudah menjadi Kristen, sekalipun ia tahu ada kesempatan untuk berbohong, ia tidak akan berbohong. Tapi ia akan membuang jauh-jauh kebohongan dari dalam dirinya.

 

2.      Ketika ia marah, ia marah pada tempatnya. Ia tidak akan membiarkan amarah mengontrol dirinya, tapi ia akan mengontrol amarahnya itu sendiri. Kemarahan adalah hal yang paling sering kita lakukan. Orangtua sering marah kepada anak. Kita marah kepada teman. Pelayan marah kepada umat. Istri marah kepada suami. Hampir setiap hari mungkin kita marah. Bahkan bukan tidak mungkin sebelum kita datang ke gereja, ada yang sudah sempat marah juga tadi di rumah.

Mengapa kita marah? Ada orang marah karena kesenangannya diganggu. Ada orang marah karena keinginannya tidak diikuti. Ada orang marah karena ia tidak ingin orang lain jatuh terjerumus pada hal yang salah. Lalu marah seperti apa yang disampaikan dalam teks firman Tuhan ini?

Ungkapan marahlah tapi jangan berbuat dosa ini diambil dari Mazmur 4, ketika Daud mengalami pertentangan dari orang-orang di sekelilingnya, entah ia difitnah atau orang-orang tak mempercayainya. Jika Daud dalam Mazmur 4, membawa amarahnya sampai di tempat tidurnya, maka bagi Paulus, orang yang telah mengalami Kristus harus bisa lebih dari Daud. Tidak sampi membawa amarah itu ke tempat tidurnya, namun membiarkannya lepas bahkan sebelum matahari terbenam. Dengan kata lain, orang Kristen mampu untuk tidak menampung amarah dalam waktu yang cukup lama. Ia mampu melepaskan amarah itu pada waktunya. Sebab ia tahu, amarah yang berkepanjangan atau begitu lama dipendam justru akan berbalik menyerang kehidupan kita.

Pada ayat 32 tertulis “..hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. Pengampunan Kristus inilah yang memampukan kita untuk dapat mengampuni, sekalipun proses pengampunan itu berat. Kasih Kristus akan membuat kita tidak hidup berlama-lama dalam amarah dan kebencian. Kasih Kristus justru mengubah hati kita menjadi seorang pengampun.

 

3.      Tanda ketiga bahwa seseorang telah mengalami perubahan adalah ia tidak akan malas; ia tidak berbuat curang; melainkan ia akan bekerja keras untuk dapat menolong orang lain. Ada banyak sekali kesalahpahaman yang terjadi di dunia saat ini. Ada orang yang menganggap bahwa tidak apa-apa berbuat jahat asal tujuannya baik : misalnya ada orang yang korupsi untuk kepentingan anak yatim piatu; atau ada orang yang mencuri untuk kepentingan keluarganya. Tujuannya memang baik, tapi caranya tidak baik. Dan dalam kekristenan, kita tidak hanya dituntut untuk bertujuan baik, tapi juga mesti punya cara yang baik.

Ada seorang tokoh di film Hollywood yang bernama Robin Hood yang dalam kisah tersebut dianggap pahlawan karena mencuri harta orang kaya dan membagikannya kepada orang miskin. Dalam pandangan dunia, apa yang dilakukannya memang luar biasa. Tapi orang yang sudah menjadi Kristen, akan bekerja keras agar ia bisa menjadi berkat bagi orang lain. Orang yang sudah percaya pada Kristus bukan orang yang bermalas-malasan. Orang Kristen justru adalah orang yang rajin. Jadi bukan alasan lagi kalau ada Bapak/Bapak yang bilang tidak apa-apa main judi dan togel, asal hasilnya dikasih sama istri.

 

4.      Perkataan-perkataan yang keluar dari mulutnya bukan perkataan kotor yang tidak membangun, melainkan perkataan yang membangun iman dan syukur. Banyak orang sering menyalahpahami masalah perkataan ini. Sering nanti dipakai ilustrasi durian dan kedondong yang katakan lebih baik kasar di luar tapi mulus di dalam seperti durian daripada mulus di luar berduri di dalam seperti kedondong. Mana yang lebih baik? Tidak ada yang lebih baik. Orang Kristen tidak hanya menjaga tindakannya, tapi juga menjaga perkataannya. Amsal  10:19a : Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran. Ba zoya li, ba lö zi lö olalöwa. Orang yang percaya pada Kristus, akan ada perubahan dalam berkata-kata.

 

5.      Ia tidak akan mendukakan Roh Kudus dengan menolak perkataan ini, melainkan memberi dirinya dituntun oleh Roh Kudus. Hal paling utama yang menjadi tanda bahwa seseorang telah menjadi Kristen adalah ketika ia tidak mengeraskan hatinya untuk dituntun dalam perubahan. Ia tidak akan kasih alasan kita masih hidup di dunia. Tapi ia akan memberi dirinya diubah oleh kuasa Roh itu sendiri. Ia memang tahu bahwa perubahan untuk menjadi manusia baru itu berat; tapi karena ia tahu bahwa kasih Allah yang telah diterimanya lebih besar dari semua itu, ia mau dituntun untuk berubah. Sehingga kehidupannya bukan menjadi sumber penyakit, melainkan membawa sukacita.

 

            Inilah tanda bahwa seseorang itu Kristen atau tidak. Ia mengalami perubahan dalam hidupnya sehingga ia menjadi sumber sukacita dalam persekutuan orang percaya. Ia tidak suka menipu, mampu mengendalikan dirinya, mau bekerja, menjaga perkataannya, dan mau berubah. Sebagaimana tema Firman Tuhan hari ini : Hidup Baru dalam Kasih Kristus. Jadi, bukan dari pakaian luarnya ketahuan bahwa seseorang itu jemaat BNKP atau tidak, tapi dari perubahan hidupnya.

 

            Saya tidak tahu sudah berapa lama kita menjadi Kristen; apakah perubahan ini sudah benar-benar nyata dalam diri kita atau tidak? Apakah selama ini hanya KTP kita saja yang tertulis agamanya Kristen, saya tidak tahu.

             

            Tapi kalau ada orang yang mengaku Kristen, tapi hidupnya masih suka berbohong; hidup dalam dendam dan amarah; hidup dalam rasa malas; perkataannya sembrono; dan tidak mau menerima perubahan dalam dirinya dan tidak mau ditegur oleh firman Tuhan ini, maka bisa dipastikan dia masih menggunakan manusia lama di dalam dirinya. Masih pakaian lama, -yaitu pakaian orang-orang yang belum mengenal Kristus- yang dipakainya. Malu sekalilah kalau ada orang yang seperti itu; menganggap diri Kristen tapi masih belum Kristen.  Malu sekalilah kalau ada anak-anak yang sering rajin ke gereja, tapi masih suka menipu orangtuanya. Malu sekalilah kalau ada saudara/I yang rajin ke gereja, tapi masih menyimpan dendam dalam hatinya. Malu sekalilah kalau ada saudara/I yang rajin ke gereja tapi hatinya keras menerima tiap nasihat. Malu sekalilah kalau ada orang yang mengaku Kristen tapi hidupnya tidak mau berubah. Sebab tanda utama bagi seseorang telah mengenal dan percaya pada Kristus bukan ditentukan pada hal-hal lahiriah, melainkan pada perubahan hidupnya. 

 

        Oleh karenanya hari ini diingatkan “….tanggalkanlah manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan kenakanlah manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.


 

Komentar

  1. Sawegele bu pendeta

    BalasHapus
  2. Kita tentu tau bahkan sering melihat kepompong.
    Kepopong adalah ulat yg sangat jelek bahkan kita jijik melihatnya. Namun hal yang menarik dr kepopong ia ia mampu berubah walaupun butuh proses menjadi kupu² yang sangat indah.
    Demikian juga kita manusia dulu kita hidup dalam letidakbenaran,kesombongan,mencuri, marah²,suka menuduh org lain atau fitnah. Krn kita telah menerima kriatu sbg juruslamat kita maka hidup kita sdh dibaharui dr hidup yang lama menjadi hidup yang baru.
    Umpamanya dulu kita hidup dalam gelap dan sekarang jd anak terang.
    Maka yg harus kita miliki jika kita sdh hidup baru ialah dr yg dulunya suka berdusta skrng berkata juju dan benar, dr marah² menjafi marah tp tdk sampai berbuat dosa , dr mencuri menjadi pekerja keras,dr ucapan kotor menjafi ucapan yg memberkati orang.
    Maka dr itu krn kita sdh diselamatkan kita harus meninggalkan semua hal yg tdk baik mari ubah pola pikir.
    Demikian sekilas dr saya yg saya pahami ttg teks ini senior...
    Semoga bermanfaat bagi pembaca😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes! Perubahan adalah kata kunci. Terima kasih semakin memperlengkapi, Put!

      Hapus
  3. Terimakasih lala gera'era bupend... Selamat melayani. Gb

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rancangan Khotbah - Yeremia 31:10-14

Rancangan Khotbah Yesaya 62:1-5