Rancangan Khotbah | Efesus 6:10-20

Ketika membaca firman Tuhan hari ini, saya teringat pada satu lagu Sekolah Minggu yang cukup terkenal. Bapak/Ibu/Saudara mungkin pernah mendengarnya. Lagunya berbunyi seperti ini :

 Iblis itu musuh kita 
Dia lari seperti singa 
Dia kata itu ini 
Dia cari sana sini 
Iblis itu musuh kita

Dalam lagu ini disebutkan bahwa Iblis adalah musuh kita. Iblis menjadi musuh kita karena ia senantiasa mempengaruhi kita untuk melawan Tuhan. Kita tentu masih ingat bagaimana Iblis mempengaruhi Hawa untuk memakan buah yang dilarang oleh Tuhan sehingga manusia jatuh dalam dosa. Sepanjang Alkitab, tercatat banyak sekali tipu daya yang dilakukan oleh si Iblis untuk menjauhkan manusia dari Tuhan. Bahkan sampai saat ini pun, Iblis masih tetap berupaya menggoda manusia untuk memberontak pada Tuhan.

Dalam teks firman Tuhan saat ini, Paulus menyampaikan bahwa untuk melawan tipu muslihat Iblis, tiap orang percaya pun perlu memperlengkapi dirinya dengan perlengkapan rohani. Ini disampaikan Paulus kepada orang-orang Kristen di Efesus yang mengalami banyak tantangan iman pada saat itu.

Orang-orang Kristen di Efesus ini termasuk orang-orang yang baru percaya kepada Yesus. Awalnya mereka hidup sebagai penyembah dewa-dewa Yunani. Praktik kehidupan mereka jauh berbeda dengan kehidupan orang Kristen. Tapi setelah mendengar berita tentang Yesus dan percaya pada Yesus, praktik kehidupan mereka perlahan mulai berubah.

Tapi ternyata kehidupan untuk menjadi seorang Kristen bukan hal yang mudah. Orang-orang yang baru percaya pada Yesus ini justru mengalami banyak tantangan dan juga godaan. Dari sesama orang Kristen sendiri, mereka mendapatkan perlakukan-perlakuan yang kurang menyenangkan. Tentu kita masih ingat bagaimana pengelompokan-pengelompokan antara orang Kristen Yahudi dan orang Kristen Yunani terjadi di antara mereka. Ditambah lagi ada orang-orang yang sengaja menyesatkan mereka agar mereka berbalik ke kehidupan lama mereka. Bisa dikatakan, orang-orang Efesus ini ada di masa kritis. Mereka masih belum lama menjadi Kristen, tapi serangan-serangan dari dalam dan dari luar sudah datang menghampiri mereka.

Lalu apa yang perlu mereka lakukan untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut? Ketika Paulus menulis surat ini, Paulus mengingatkan orang-orang di Efesus agar orang-orang Efesus ini memperlengkapi diri mereka secara rohani. Memperlengkapi roh berarti mengandalkan kekuatan Tuhan untuk melawan tipu muslihat Iblis. Mengapa manusia perlu mengandalkan kekuatan Tuhan untuk melawan si Iblis? Tidak cukupkah kekuatan kita untuk melawan si Iblis? Kurang kuatkah kita mengusir si Iblis ini? Toh pada pembacaan kedua tadi dikatakan bahwa tiap-tiap orang percaya diberi kuasa untuk melawan si Iblis.

Pada ayat 12 secara terang dijelaskan bahwa Iblis bukanlah "... darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara". Sesuatu yang bersifat roh hanya bisa dikalahkan dalam kekuatan roh. Tanpa kekuatan roh, mustahil kita bisa mengalahkan kuasa dan roh Iblis itu.

Nah, kadang ada kesalahpahaman yang terjadi di antara orang Kristen. Banyak orang ketika berbicara tentang Iblis, setan, atau kuasa jahat, orang langsung berpikiran kepada genderuwo, kuntilanak, pocong, dan lain sebagainya. Tapi kuasa Iblis lebih dari itu semua. Bicara tentang kuasa si jahat atau kuasa Iblis berarti kita berbicara tentang suatu kekuatan atau kuasa yang mampu membuat kita takut, ragu, kuatir, dan malu untuk melakukan Firman Tuhan. Dimana saja ada ketakutan, keraguan, dan kekacauan dalam pikiran kita untuk melakukan firman Tuhan, hati-hati, barangkali Iblis sedang mengintai kita. Oleh karenanya, bentuk dari kuasa si Iblis ini tidak melulu seram dan jahat. Ia bisa peralat diri kita, peralat saudara kita, teman kerja kita, bahkan orang terdekat kita untuk membuat kita menolak melakukan kehendak Tuhan.

Ketika Yesus menyampaikan misi-Nya bahwa Ia harus mati untuk menggenapi rencana Bapa, Petrus menarik Yesus dan berharap Yesus tidak mati. Petrus katakan "jauhlah itu daripada-Mu, Guru!". Terlihat baik sebenarnya nasihat Petrus ini. Tapi respon Yesus begitu keras. Matius 16:23 menuliskan:  Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

Jadi hati-hati. Iblis bisa gunakan siapa saja untuk menggoda kita tidak melakukan kehendak Allah.

Dalam teks Alkitab yang kit abaca tadi, Paulus memberikan beberapa hal yang perlu kita lakukan untuk tetap teguh melawan kuasa Iblis.

1.     Penting bagi orang Kristen menggunakan perlengkapan rohani.

Dari ayat 13-17, Paulus mengambil satu gambaran seorang prajurit untuk menggambarkan kehidupan orang Kristen yang berhadapan dengan kuasa si Iblis. Seorang prajurit tidak hanya perlu modal nekat saja ketika ia berperang. Seorang prajurit perlu mempersiapkan perlengkapan perangnya. Demikian pula orang Kristen. Kita tidak boleh hanya modal nekat saja ketika menghadapi si Iblis. Ada perlengkapan perang rohani yang mesti juga kita pakai. Apa saja itu?

 

·         Berikatpinggangkan kebenaran. Dalam kemiliteran Romawi, Ikat pinggang adalah simbol kehebatan militer. Ia adalah simbol kebanggaan. Tentara yang ikut berparade tanpa ikat pinggang merupakan berarti sedang mendapatkan suatu hukuman dan penghinaan.[1] Ketika dikatakan kita perlu berikatpinggangkan kebenaran, maka orang Kristen perlu merasa bangga dan hebat karena kebenaran yang Allah tunjukkan kepada mereka. Orang Kristen perlu bangga atas kebenaran yang Tuhan berikan dalam diri Yesus Kristus. Oleh karenanya, identitas menjadi Kristen bukanlah suatu aib, melainkan suatu kebanggaan. Dimana pun orang Kristen diejek, kita tak perlu malu. Justru kita berbangga dalam identitas kita.

·         Berbajuzirahkan keadilan. 

·         Berkasut kerelaan untuk beritakan Injil 

·         Perisai iman. 

·         Ketopong keselamatan

·         Pedang Roh yaitu Firman Allah.

2.        Penting bagi orang Kristen untuk senantiasa berdoa dan berjaga-jaga. Sekalipun persenjataan kita lengkap, akan sia-sia jika kita tidak dapat menggunakannya secara efektif. Sebaliknya, keahlian berperang kita akan terbatas jika tidak dilengkapi oleh persenjataan yang dibutuhkan. Kita hidup dalam peperangan rohani sehingga membutuhkan keahlian berperang dan senjata rohani yang lengkap. Tanpa kedua aspek tersebut iman kita akan kandas.[2] Oleh karenanya orang Kristen perlu berdoa dan berjaga-jaga.  

3.        Hidup dalam persekutuan. Pada ayat 18b, Paulus menuliskan agar tiap orang percaya berdoa untuk segala orang Kudus, sebab semua orang percaya pun mengalami tantangan dan godaan iman ini. Inilah kesatuan orang percaya. Semakin kita bersatu, maka semakin kuat pula kita melawan kuasa si Iblis. Inilah membuat kita semakin teguh.

 

Tantangan dan godaan iman ini akan selalu muncul. Tantangan dan godaan ini tidak jauh-jauh, bahkan sangat dekat dengan kita. Dalam gereja pun, tantangan dan godaan iman ini bisa muncul. Entah si Iblis membuat mata kita tergoda, mulut kita tergoda, atau pikiran kita tergoda. Dalam membaca dan mendengar firman Tuhan sendiri pun, tantangan dan godaan ini bisa muncul. Kapanlah siap Bu Pendeta khotbah  Dalam doa pun kita bisa tergoda. Iblis buat kita tidur di dalam doa kita.

Oleh karenanya, berjaga-jagalah. Proses menjadi manusia baru adalah proses seumur hidup. Setiap hari kita akan berhadapan dengan si Iblis yang menggocoh kehidupan kita. Hidup kita ini akan selalu ditantang. Setiap hari kita akan selalu menghadapi godaan.  Maka roh harus dilawan dengan roh. Ketika orang Kristen hanya mengandalkan kedagingannya untuk melawan kuasa roh, disitulah ia akan jatuh. Oleh karenanya orang Kristen tidak cukup hanya semangat, tapi perlu juga bijaksana, mempersiapkan diri, dan selalu mawas diri. Tuhan menolong kita.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rancangan Khotbah | Efesus 4:25-32

Rancangan Khotbah - Yeremia 31:10-14

Rancangan Khotbah Yesaya 62:1-5