Rancangan Khotbah | Ulangan 4:1-2+6-9
Ada banyak sekali tawaran-tawaran dunia bagi kita agar kita mengandalkan dunia ini. Tapi semua itu hanya terlihat menarik dalam waktu sesaat saja. Orang yang tidak berjalan firman Tuhan akan selalu dipenuhi rasa malu, penyesalan, kehancuran dalam hidupnya. Mereka yang hidup di luar Tuhan hanya akan berakhir dalam kesia-siaan.
Bapak/Ibu/Saudara, di tengah kemajuan zaman saat ini, tampaknya semakin lama semakin banyak pula model-model gaya hidup yang ditawarkan kepada kita. Gaya hidup yang saya maksud ini bisa kita lihat dari semakin beragamnya model dan jenis peralatan yang kita pakai; semakin beragamnya model pakaian yang kita kenakan; atau semakin beragamnya pola belajar yang kita gunakan.
Misalnya, zaman dulu, ketika orang-orang berbicara tentang kebaya, orang hanya tahu kebaya kartini saja. Tapi sekarang ini, ketika bicara tentang kebaya, modelnya sudah macam-macam. Tidak hanya ada kebaya kartini, tapi ada kebaya model lengan lonceng, model ronce, serut, dan lain sebagainya.
Atau bicara tentang gaya rambut. Zaman dulu, orang hanya punya model 1 model rambut saja seumur hidupnya. Kalau dia terlahir dengan rambut lurus, sampai meninggal pun rambutnya lurus saja. Kalau dia terlahir dengan rambut keriting, sampai meninggal pun rambutnya keriting. Tapi di tengah kemajuan zaman saat ini, dalam setahun orang bisa memiliki 10 gaya rambut. Ada yang dikeriting, ada yang di-bleacing, ada yang di-rebonding, ada rambut sambung dan lain sebagainya. Kita tinggal pilih saja. Dalam waktu yang singkat, tampilan kita sudah berubah semakin keren.
Nah ternyata, bukan hanya banyak model gaya saja yang ditawarkan oleh dunia saat ini. Sekarang ini pun dunia menawarkan banyak sekali pilihan untuk kita jadikan pegangan hidup kita. Pegangan hidup artinya dasar bagi kita untuk bertindak. Ada yang menjadikan harta sebagai pegangan hidupnya, ada juga yang menjadikan jimat sebagai pegangan hidupnya; tergantung apa yang dirasa paling baik.
Tapi hari ini kita diingatkan sekalipun ada banyak hal yang bisa kita jadikan pegangan hidp kita di dunia ini, tapi satu-satunya pegangan yang mampu memberi kehidupan bagi kita hanyalah Firman Tuhan; tidak ada yang lain dan tidak boleh berubah. Kita punya banyak pilihan dalam hal-hal lain, tapi dasar kehidupan kita, tidak boleh tidak didasari oleh firman Tuhan.
Mengapa hanya Firman Tuhan saja yang menjadi pegangan hidup kita dalam menjalani kehidupan di dunia ini?
Ketika orang Israel sudah sampai di perbatasan tanah Kanaan, Musa dengan tegas menyampaikan kepada bangsa Israel agar orang Israel tetap berpegang pada peraturan yang Tuhan telah berikan kepada mereka. Tanah Kanaan bukanlah tanah yang kosong. Ada banyak penduduk-penduduk asli yang sudah memiliki iman kepercayaan yang berbeda dengan orang Israel. Mereka menyembah dewa-dewa yang mereka anggap mampu menyuburkan tanah mereka. Mereka menyembah banyak dewa yang mereka anggap dapat melindungi mereka. Ada banyak macam-macam dewa-dewi yang mereka sembah. Dari artikel yang saya baca, ternyata ada lebih dari 234 dewa yang dikenal oleh penduduk Kanaan![1]
Tapi apakah dewa-dewa ini memang memiliki kekuatan dan mampu memberikan kehidupan kepada pengikutnya? Pada ayat 3-4, Musa dengan jelas sampaikan bagaimana perbedaan kehidupan orang yang percaya pada Tuhan dengan orang yang mau mengikuti kepercayaan dewa-dewa lain : Matamu sendiri telah melihat apa yang diperbuat TUHAN mengenai Baal-Peor, sebab TUHAN, Allahmu, telah memunahkan dari tengah-tengahmu semua orang yang mengikuti Baal-Peor, sedangkan kamu sekalian yang berpaut pada TUHAN, Allahmu, masih hidup pada hari ini.
Kepercayaan terhadap berhala ini mungkin menarik hati entah dari segi ritual atau pemahaman, tapi kepercayaan terhadap berhala ini hanya akan membawa mereka pada kematian yang sia-sia saja. Oleh karenanya, Musa dengan tegas mengingatkan bangsa Israel agar mereka tetap berpegang pada Tuhan melalui Firman yang telah Tuhan sampaikan kepada mereka. Pada ayat 6-8, Musa menjelaskan bahwa dalam Firman Tuhan itulah nampak kebijaksanaan, identitas, dan keadilan umat yang membuat mereka berbeda dengan bangsa Kanaan. Ketika orang Israel tidak memegang teguh perintah Tuhan itu, maka tak tampak pulalah mereka seperti orang yang bijaksana; tak nampaklah identitas mereka sebagai bangsa pilihan Tuhan, dan keadilan antar sesama tidak akan tampak dalam diri mereka, hidup mereka akan sama seperti bangsa Kanaan.
Orang Kanaan karena tidak mengenal Tuhan, pada akhirnya memiliki kehidupan yang tidak berperikemanusiaan. Orang-orang Kanaan ini suka melakukan pelacuran dan suka mempersembahkan anak mereka sebagai ritual dari kepercayaan mereka. Kepercayaan mereka memang terlihat menarik mata, tapi ternyata tidak ada orang yang mendapatkan kehidupan baik dengan menyembah dewa-dewa tersebut. Dari sini, kita bisa ambil satu pelajaran : sesuatu yang kelihatan menarik, belum tentu benar. Justru sering sekali, sesuatu yang kita anggap menarik bisa menjadi sumber petaka. Amsal 14:12 : Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut. Oleh karenanya kita memang perlu sungguh-sungguh menjadikan firman Tuhan sebagai landasan dalam kehidupan kita.
Saat ini ada banyak juga model-model berhala yang menggeser firman Tuhan sebagai pegangan dalam kehidupan kita yang kita anggap menarik dan lebih praktis.
Ada orang yang mendasarkan kehidupannya pada perkataan dukun. Kalau dukun bilang A, maka dilakukannya A. Kalau dukun bilang B, maka dilakukannya B. Akhirnya kehidupannya disetir oleh dukun, jam tidurnya, cara makannya, buat banyak pertahanan dalam dirinya, pasang ini itu di dalam rumah. Padahal Yesus sendiri sudah katakan bahwa segala kuasa telah diberikan kepadaKu. Bahkan kalau pun kuasa si jahat ada di sekitar kita, bukankah Yesus katakan jangan takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Tapi banyak orang tidak peduli.
Ada orang yang menjadikan pergaulannya sebagai pegangan hidupnya : apa kata dunia kalau aku melakukan ini? Apa kata kawanku kalau aku tidak melakukan ini? Tidak apa-apa kalau lingkungan pergaulannya baik, tapi kalau pergaulannya buruk? 1 Korintus 15:33b katakan : Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Akhirnya banyak orang yang hancur karena pergaulan.
Ada orang yang mendasarkan kehidupannya pada pertimbangannya sendiri. Dia membiarkan dirinya dikendalikan oleh perasaan dan pikirannya sendiri. Tidak apa-apa kalau perasaan dan pikirannya baik, tapi kalau perasaan dan pikirannya buruk? Akhirnya semua energi negatif ada dalam dirinya.
Dan ada banyak berhala-hala lain, model-model kepercayaan lain, pola pikir lain yang sering menjadi dasar bagi kita untuk bertindak atau mengambil keputusan.
Oleh karenanya hari ini kita diingatkan : banyak sekali tawaran-tawaran dunia bagi kita agar kita mengandalkan dunia ini. Tapi semua itu hanya terlihat menarik dalam waktu sesaat saja. Orang yang tidak berjalan firman Tuhan akan selalu dipenuhi rasa malu, penyesalan, kehancuran dalam hidupnya. Mereka yang hidup di luar Tuhan hanya akan berakhir dalam kesia-siaan. Oleh karenanya, perlu bagi kita menggunakan firman Allah dalam perjalanan kehidupan kita di dunia ini : dalam mengambil keputusan, membina anak dan Rumah Tangga, kelola uang, pergaulan, kekudusan hidup. Jangan pakai standar dunia sekalipun kelihatan menarik, lebih enteng, dan ringan. Karena sekali lagi, tidak pernah ada orang yang hidup dalam sukacita ketika ia berada di luar firman Tuhan.
Komentar
Posting Komentar