Rancangan Khotbah | Wahyu 21:1-4

 Jadi sayang sekali, kalau ada orang yang lebih mengasihi dunia ini lebih dari segalanya. Sayang sekali kalau ada orang yang menginginkan dunia ini lebih dari segalanya. Sampai-sampai ada orang yang menghalalkan segala cara untuk bisa dapat seluruh isi dunia ini, ada yang menyikut temannya, ada yang melakukan banyak kebohongan, ada yang meninggalkan Tuhan hanya untuk mendapatkan semua yang ada di dunia ini. Dia tidak tahu, bahwa kehidupan di dunia ini hanya sementara.

Di dalam nama Kristus Yesus saya menyapa kita semua, Syalom!

Bapak/Ibu/Saudara, minggu ini adalah minggu akhir tahun gerejawi sekaligus hari peringatan hidup yang kekal.  Di Minggu ini kita mengingat saudara-saudari kita yang sudah selesai perjuangan imannya di dunia. Di antara kita mungkin ada anggota keluarga yang sudah meninggalkan kita puluhan tahun yang lalu, ada yang meninggalkan kita dua tahun yang lalu, ada pula yang meninggalkan kita di tahun 2023 ini.

Perpisahan akibat kehilangan ini memang menyakitkan Bapak/Ibu. Kita tidak punya kesempatan lagi untuk bisa bertemu dengan mereka di dunia ini. Barangkali banyak hal yang sebenarnya ingin kita lakukan secara bersama-sama, tapi kepergian mereka telah menghalangi kita untuk melakukan semua itu.

Tapi ada satu hal yang perlu menjadi perhatian kita juga. Kepergian saudara/saudari kita pun harusnya menjadi pengingat bagi kita bahwa kehidupan kita memang tidak selamanya berada di dunia ini. Dunia yang kita tempati saat ini bukanlah rumah akhir kita. Ini hanya tempat peristirahatan sementara bagi kita. Semua kita akan meninggalkan dunia ini dan akan pergi ke rumah kita yang sesungguhnya.

Lalu di mana rumah kita yang sesungguhnya itu? Dalam Filipi 3:20 katakan : kewargaan kita adalah di dalam sorga, itulah yang menjadi rumah akhir kita. Di dalam sorga, semua orang percaya akan berkumpul di sana untuk memuji Tuhan secara bersama-sama. Di sana tidak akan ada lagi kematian. Tidak akan ada lagi kesedihan. Tidak akan ada lagi rapat tangis atau duka. Orang akan hidup selama-lamanya.

Jadi kalau digambarkan dengan kata-kata manusia, sebenarnya sulit bagi kita untuk menggambarkan keindahan dan sukacita sorgawi itu Bapak/Ibu. Tidak ada manusia yang bisa menggambarkannya dengan sempurna. Paulus katakan sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal (I Korintus  13:12). Nanti di sorga kita akan melihat sendiri sukacita itu secara utuh.

Gambaran sukacita sorgawi itulah yang disampaikan dalam teks khotbah kita pada saat ini.

Pada ayat 1 tertulis : Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. Bagaimana bentuk fisik sorga itu, kita sendiri tidak tahu. Tapi apa yang hendak disampaikan dalam teks ini adalah ada perubahan total atas tempat orang-orang percaya nantinya.

Seperti yang kita tahu, sejak kejatuhan Adam dan Hawa, dunia ini penuh dengan dosa dan kejahatan. Tapi di langit dan di bumi yang baru ini, dalam Kerajaan Sorga ini tidak akan ada lagi kejahatan sebab orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan ini sudah dibuang dan dihukum. Istilah laut di ayat ini dipakai sebagai sebutan kepada orang-orang fasik yang tidak mau dipimpin oleh Tuhan. Jadi yang tersisa di dunia yang baru itu hanya mereka yang setia pada Tuhan. Hanya orang-orang yang mau dituntun oleh Tuhan.

Jadi bisa kita bayangkan betapa tentramnya dunia itu nanti. Tidak ada lagi ketakutan kita. Tidak ada lagi kekuatiran kita. Tidak ada lagi kecemasan kita. Bandingkan dengan kehidupan kita saat ini. Kita mau ibadah kadang cemas jangan-jangan ada orang yang mau berbuat jahat pada kita. Kita mau melakukan hal yang baik pun takut-takut, jangan-jangan ada orang yang memusuhi saya nantinya. Jangan-jangan ada orang yang tersinggung nanti hatinya kalau saya katakan apa yang benar. Tapi di surga tidak ada lagi perasaan-perasaan seperti itu. Semua orang bebas untuk melakukan hal yang benar. Semua orang bebas untuk memuji Tuhan karena tidak ada orang jahat yang akan mengancam mereka. Itulah sukacita surgawi.

Sayangnya kadang ada orang yang keliru dalam melihat sukacita surgawi ini. Ada orang yang mengira bahwa surga itu menyenangkan karena kita bebas melakukan segala sesuatu. Bisa tidur sepuasnya. Bisa terbang sepuasnya. Bebas makan segala sesuatu. Bahkan ada yang bilang bebas bisa bersama bidadari. Di surga kita bersukacita bukan karena hal-hal jasmaniah itu! Kita bersukacita di dalam surga karena kebebasan kita untuk melakukan hal yang baik dan benar. Bahwa tidak ada yang menjadi penghalang kita untuk melakukan hal yang baik. Tidak ada yang menjadi penghalang kita untuk bersama-sama dengan Tuhan. Itulah alasan kita bersukacita. Jadi, kalau Bapak/Ibu pernah punya keinginan masuk surga hanya untuk hal-hal jasmani saja, apalagi untuk bisa bertemu dengan bidadari-bidadari, ya bertobatlah! Karena Kerajaan Surga bukan seperti itu. Sukacita Kerajaan Surga adalah ketika kita tidak perlu takut lagi untuk melakukan hal yang baik, yang berkenan kepada Allah.

Lalu pada ayat kedua tertulis Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.  Yerusalem adalah lambang kejayaan orang Israel pada saat itu.  Ayat ini memberitahu kepada kita bahwa Allah sendiri yang akan mendirikan kerajaanNya. Kerajaan-Nya ini bukanlah sesuatu yang diusahakan oleh manusia. Oleh karenanya Kerajaan-Nya ini akan kekal abadi. Jadi kebersamaan kita dengan Tuhan akan sampai selama-lamanya. Tidak akan ada yang memisahkan. Semua orang percaya pada Kristus akan berkumpul dalam sukacita yang kekal ini. Itulah sebabnya sering kita katakan sampai jumpa di Yerusalem yang baru. Kita akan bertemu, bersama-sama di Yerusalem yang baru. 

Lalu pada ayat tiga disebutkan bahwa Allah akan berada di tengah-tengah umat-Nya.  "Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. Di dalam Kerajaan Surga, Allah menjadi begitu sangat dekat dengan kita. Kita pada akhirnya melihat jerih lelah kita dalam Tuhan tidak sia-sia. Di dalam Kerajaan Surga itu Allah menunjukkan semua janji-janjiNya kepada orang yang percaya kepada-Nya. Selama di dunia banyak tantangan yang dihadapi oleh orang percaya. Selama di dunia banyak kesulitan yang dihadapi orang percaya. Tapi semua itu terbayarkan ketika kita bisa duduk bersama-sama dengan Allah. Pada ayat empat disebutkan "Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."  Dalam Kerajaan Surga itu, setiap orang percaya akan menerima upah dari tiap jerih lelah mereka selama mereka berjuang dalam iman di dunia ini.

Jadi nikmat sorga mana lagi yang didustakan kelak? Semua perjuangan iman orang percaya selama di dunia ini, akan dibayar mahal di dalam Kerajaan Sorga. Sebagaimana dalam Mazmur  126:5 katakan “Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai”.

Jadi sayang sekali, kalau ada orang yang lebih mengasihi dunia ini lebih dari segalanya. Sayang sekali kalau ada orang yang menginginkan dunia ini lebih dari segalanya. Sampai-sampai ada orang yang menghalalkan segala cara untuk bisa dapat seluruh isi dunia ini. Ada yang menyikut temannya, ada yang melakukan banyak kebohongan, ada yang meninggalkan Tuhan demi mendapatkan semua yang ada di dunia ini. Dia tidak tahu, bahwa kehidupan di dunia ini hanya sementara.

Oleh karenanya firman Tuhan hari ini ingatkan kita bahwa hanya Kerajaan Allah yang menghadirkan sukacita yang abadi. Segala sukacita yang ada di dunia ini akan berakhir. Segala seuatu yang ada di dunia ini akan berakhir. Keluarga kita akan berakhir. Jabatan kita akan berakhir. Kekuatan kita akan berakhir. Nama baik kita akan berakhir. Penghasilan kita akan berakhir. Semua akan berakhir.  Semuanya itu tidak akan kita bawa ketika Tuhan menghakimi kita. Orang-orang yang setia pada Tuhan akan masuk dalam Kerajaan Surga dan bersukacita sedangkan orang-orang yang namanya tidak tercatat dalam Buku Kehidupan akan dibuang dan dihukum selama-lamanya.

Jadi sekarang perlu tanya-tanya diri, nanti kalau nama dibacakan apakah saya akan ikut serta dalam Kerajaan Sorga? Kalau penghakiman sekarang terjadi, kemana Tuhan akan tempatkan saya? Kalau nama-nama dalam Kitab Kehidupan dibacakan, kemana anak-istri-suami saya nanti akan ditempatkan? Apakah saya dan mereka akan ditempatkan dalam Kerajaan Allah? Atau malah tinggal dalam kerajaan maut sampai selama-lamanya? Ada yang sudah punya jawaban kemana ia akan ditempatkan nanti ketika namanya dibacakan?

Tentu kerinduan setiap kita adalah kita bisa dapatkan sukacita surgawi tadi. Bersama-sama dengan orang percaya lainnya, bersukacita, tanpa beban, tanpa ratap tangis, tanpa ada kesedihan. Setiap saat hanya memuji Tuhan.

Kalau kerinduan kita adalah mendapatkan sukacita dalam Kerajaan Surga, ya mulai sekarang bertobatlah!  Jangan tunggu Advent, Natal, atau Tahun Baru untuk bertobat. Sebab kita tidak tahu kapan Tuhan akan panggil kita. Kalau ragu nama kita ikut dibaca atau tidak pada penghakiman nanti, sekarang persiapkan diri. Waktunya untuk bertobat! Jangan sampai saya cari-cari dimana Jemaat Siberut Selatan ini. Kok tidak ada yang kelihatan satu pun? :) Tapi saya percaya, kita semua pasti bertemu di Yerusalem yang baru nanti, amin!

Jadi kalau mau memilih Kerajaan Surga, belajarlah agar pandangan kita, pikiran kita jangan lebih berat ke dunia ini. Biarlah menderita karena iman kita saat ini, biarlah susah-susah hati kita karena mempertahankan apa yang benar, biarlah kadang dihujat karena iman saya, kita percaya jerih lelah kita dalam Tuhan tidak sia-sia. Harus komitmen : Saya mau ikut tuntunan Tuhan!

Tapi kalau memang mau nikmat dunia ini saja, ya silahkan. Santai saja. Tidak perlu susah-susah berjuang dalam iman. Hanya yang perlu diingat, bahwa apa yang ada di dunia ini hanya sementara saja. Tidak ada satupun yang tertinggal ketika hari Tuhan tiba.

Ibarat barang, ada harga ada kualitas. Kalau kita mau beli barang dengan harga yang rendah, silahkan saja. Tapi siap-siap saja, barangnya hanya bisa dipakai dua minggu. Tapi kalau mau barang yang bertahan lama, ya mau tidak mau ada harga yang perlu kita bayar juga. Orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan sorak-sorai. 

Jadi baik orang yang percaya pada Tuhan dengan orang yang menolak Tuhan sama-sama akan merasakan penderitaan dan sukacita. Hanya saja, orang yang percaya pada Tuhan akan dapatkan sukacita yang selama-lamanya, sedangkan orang yang menolak Tuhan akan dapatkan dukacita yang selama-lamanya.

Jadi silahkan memilih, mau sukacita yang abadi atau hukuman yang abadi.

Tuhan menolong kita melakukan firman-Nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rancangan Khotbah | Efesus 4:25-32

Rancangan Khotbah - Yeremia 31:10-14

Rancangan Khotbah Yesaya 62:1-5