Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2025

Rancangan Khotbah Yesaya 62:1-5

... kalau dulu Allah telah menolong, sekarang pun Allah akan menolong... Apakah ada di antara kita yang tidak pernah meragukan janji Allah sepanjang hidupnya? Saya kira, keragu-raguan terhadap janji Allah memang tidak dapat dihindari dalam hidup ini, ya. Manusia umumnya mendasarkan iman percayanya pada sesuatu yang nyata : yang dapat dilihat mata dan dapat diraba oleh tangan. Apalagi kalau bicara sama orang Nias. Na lὄ I’ila hὄrὄ ba na lὄ ibabaya danga, ba huohuo manὄ da’ὄ. Sejak awal sampai saat ini, kita manusia cenderung menuntut bukti. Kalau bukti tidak ada, maka sulit bagi kita untuk percaya. Abraham yang kita kenal sebagai Bapa Orang Percaya pun pernah mengalami keraguan terhadap janji Allah. Di satu sisi, kritis terhadap janji-janji yang diberikan kepada kita memang sangat diperlukan. Saat ini ada banyak sekali janji-janji yang hanya manis di mulut. Banyak politikus yang berjanji untuk membangun kota, tapi sayang itu hanya janji. Banyak orang yang berjanji sehidup semati, t...

Rancangan Khotbah Kisah Para Rasul 8:14-25

  Kalau orang yang sudah mendengar firman Tuhan saja hatinya masih bisa terpaut pada kejahatan, apalagi mereka yang belum mendengarkannya. Jadi beritakanlah firman!  Dengarkanlah firman! Saya kurang tahu bagaimana respon   atau tanggapan Bapak/Ibu/Saudara ketika membaca teks ini. Barangkali ada di antara kita yang punya banyak pertanyaan ketika membacanya. Apalagi kalau kita membaca teks-teks yang mengaitkan baptisan dengan Roh Kudus. Mungkin ada di antara kita yang bertanya mengapa orang Samaria di cerita ini dibaptis tapi belum menerima Roh Kudus? Apa yang membuat orang Samaria tidak mendapat Roh Kudus sebelum Petrus dan Yohanes berdoa? Apakah ada formula atau mantra agar Roh Kudus bisa hadir dalam diri kita? Apakah saya sendiri sudah punya Roh Kudus atau belum?   Dan lain-lain. Tentulah diperlukan kehati-hatian dalam membaca dan memahami kebenaran firman Tuhan. Teks firman Tuhan yang baru kita baca tadi merupakan sepenggal laporan dari perjalanan pekaba...

Rancangan Khotbah - Yeremia 31:10-14

Jika orang-orang pemberontak saja masih Tuhan kasihi, bukankah orang-orang yang mau percaya kepada-Nya akan lebih Ia kasihi lagi?  ***        Apa yang Bapak/Ibu rasakan jika ada seseorang yang mengkhianati Bapak/Ibu? Apa yang Bapak/Ibu rasakan jika ada orang yang sengaja berbuat jahat kepada Bapak/Ibu?      Saya kira, normalnya kita akan marah, ya. Kita akan kecewa. Apalagi kalau selama ini kita sudah sangat baik kepada orang itu. Dasar tidak tahu diri! Begitu luapan kemarahan dan kekecewaan kita kepada mereka. Sudah dikasih hati, malah minta jantung. Tentu kita akan marah.      Bahkan bukan tidak mungkin, karena amarah dan rasa kecewa kita, kita pun tidak mau berbicara lagi kepada mereka. Kita tidak mau peduli pada mereka lagi. Sampai kapanpun saya tidak akan mau lagi membantu kamu lagi!! Sampai kapanpun saya tidak mau memaafkan dan berbicara kepadamu lagi! Sudah terlalu sakit yang kamu perbuat kepada saya. Biasanya kita bersikap s...