... kalau dulu Allah telah menolong, sekarang pun Allah akan menolong... Apakah ada di antara kita yang tidak pernah meragukan janji Allah sepanjang hidupnya? Saya kira, keragu-raguan terhadap janji Allah memang tidak dapat dihindari dalam hidup ini, ya. Manusia umumnya mendasarkan iman percayanya pada sesuatu yang nyata : yang dapat dilihat mata dan dapat diraba oleh tangan. Apalagi kalau bicara sama orang Nias. Na lὄ I’ila hὄrὄ ba na lὄ ibabaya danga, ba huohuo manὄ da’ὄ. Sejak awal sampai saat ini, kita manusia cenderung menuntut bukti. Kalau bukti tidak ada, maka sulit bagi kita untuk percaya. Abraham yang kita kenal sebagai Bapa Orang Percaya pun pernah mengalami keraguan terhadap janji Allah. Di satu sisi, kritis terhadap janji-janji yang diberikan kepada kita memang sangat diperlukan. Saat ini ada banyak sekali janji-janji yang hanya manis di mulut. Banyak politikus yang berjanji untuk membangun kota, tapi sayang itu hanya janji. Banyak orang yang berjanji sehidup semati, t...
Komentar
Posting Komentar