Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2024

Rancangan Khotbah | Mazmur 22:23-32

  Menurut Bapak/Ibu/Saudara, apa yang menjadi tanda bahwa seseorang itu beriman kepada Tuhan? Menurut Bapak/Ibu/Saudara, apa yang menjadi tanda bahwa seseorang itu percaya kepada Tuhan? Apakah menurut Bapak/Ibu/Saudara, orang yang beriman dan orang yang percaya kepada Tuhan adalah mereka yang tidak pernah ada kebimbangan; tidak pernah ada keraguan; dan yang tidak pernah ada pertanyaan dalam hatinya? Misalnya Tuhan menyuruhnya melakukan banyak hal; lalu dia ikut saja, patuh, dan tidak ada tanya-tanya; itukah yang disebut sebagai orang beriman?   Kalau ukuran orang beriman adalah mereka yang tidak pernah mempertanyakan kuasa Tuhan; kalau ukuran orang beriman adalah mereka yang tidak pernah meragu dalam hidupnya; maka saya kira tidak akan ada orang yang beriman di dunia ini. Sebab dalam Alkitab sendiri, Abraham yang disebut sebagai bapa orang percaya pun, pernah mempertanyakan janji Tuhan. Ayub yang kita sebut sebagai orang yang setia pun, pernah mempertanyakan jalan-jalan Tu...

Rancangan Khotbah | Yohanes 10:11-18

Dalam Kristus Yesus saya menyapa kita semua, Syalom! Bapak/Ibu/Saudara, istilah mencari kesempatan dalam kesempitan sepertinya bukan hal yang baru lagi di telinga kita. Mungkin ada di antara kita yang sudah pernah melihat atau menyaksikan sendiri ada orang yang mencari kesempatan dalam kesempitan. Istilah mencari kesempatan dalam kesempitan memiliki arti bahwa ada orang-orang yang memanfaatkan situasi di tengah-tengah kelemahan orang lain. Di satu sisi, istilah ini dapat bermakna positif. Tapi di sisi lain istilah ini sering juga bermakna negatif, karena orang yang mencari kesempatan dalam kesempitan biasanya memanfaatkan kelemahan orang untuk mengambil keuntungan bagi dirinya sendiri. Misalnya saja ketika anak-anak menipu orangtuanya. Karena orangtuanya tidak paham apa-apa, karena orangtuanya tidak bisa membaca dan tidak paham teknologi, lalu si anak memanfaatkan situasi ini untuk mengambil keuntungan bagi dirinya sendiri (cerita pengalaman sendiri).   Dalam Alkitab, terdapa...

Rancangan Khotbah | Wahyu 12:1-6

Kalau kita mengikuti pembacaan teks Alkitab pada malam hari ini, pikiran kita mungkin seolah-olah dibawa ke peristiwa peperangan zaman dulu. Kalau kita bayang-bayangkan, yang terjadi di teks Alkitab malam hari ini seperti film-film zaman dulu, bagaimana manusia berhadapan dengan naga merah yang besar. Iseng saya cari di google, ternyata ada semacam gambar yang bisa menjadi ilustrasi kalau teks Alkitab ini dilukis.    Kitab Wahyu ini memang sedikit berbeda dengan kitab-kitab yang lainnya. Kalau kita membaca kitab Amsal misalnya, kita akan mengerti bahwa ada banyak nasehat-nasehat di dalamnya. Kalau kita membaca Injil Matius, Markus atau Lukas, kita akan membaca banyak perumpamaan dari Tuhan Yesus. Kalau kita membaca kitab Perjanjian Lama, kita akan baca sejarah Israel dan lain sebagainya. Tapi ketika kita membaca kitab Wahyu, kita akan menemukan banyak sekali hal-hal yang kurang masuk akal. Seperti yang kita baca pada malam hari ini: perempuan di atas bulan; naga berkepala ...